Welcome to dekoneworld

BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

Rabu, 02 Februari 2011

Serba-serbi kamera DSLR Nikon

26 January 2011 802 views
Tech tipsComputer Tricks
nikon_logoNama besar Nikon dalam dunia fotografi memang seakan sudah menjadi jaminan mutu, bahkan sejak era fotografi film 35mm jaman dahulu. Nikon sebagai produsen kamera dan optik asal Jepang dikenal memiliki produk kamera dan lensa yang berkualitas tinggi, memiliki konsumen yang loyal dan berhasil melewati transisi ke digital dengan baik. Kini saat kompetisi DSLR semakin ketat, merk Nikon masih jadi incaran utama banyak calon pembeli meski kadang lucunya orang tidak terlalu paham mengapa mereka memilih Nikon. Kali ini kami sajikan artikel singkat mengenai seluk beluk sistem kamera DSLR Nikon yang mungkin bisa jadi panduan anda dalam memutuskan untuk memilih kamera DSLR.

Nikon dan F-mount

Kamera DSLR merupakan evolusi dari kamera SLR film yang pada dasarnya memiliki desain yang sama untuk urusan konstruksi dan rancang bangunnya. Terdapat cermin untuk memantulkan gambar, terdapat prisma untuk membelokkan gambar ke jendela bidik (viewfinder) dan tentunya terdapat mount untuk memasang lensa. Bicara mount maka bicara kompatibilitas, tiap merk memiliki desain mount lensa tersendiri sehingga tidak bisa sebuah kamera berganti lensa yang tidak semerk, kecuali bila dimodifikasi dengan adapter khusus. Nikon merupakan produsen kamera yang paling sanggup mempertahankan keaslian mount lensanya sejak 52 tahun yang lalu, atau sejak kamera SLR pertama Nikon F diperkenalkan pada tahun 1959. Nikon lalu menyebut standar mount dengan diameter 44 mm itu dengan nama F-mount dan semua lensa Nikon sejak saat itu hingga kini dibuat memakai standar F-mount.
nikon_f
Begitu populernya kamera SLR Nikon pada masa lalu sehingga membuat banyak  produsen lensa berlomba memproduksi lensa dengan F-mount seperti Zeiss, Schneider, Voigtländer, Sigma, Tokina, Tamron dan Vivitar. Bahkan karena legendarisnya lensa Nikon, sudah banyak dibuat adapter untuk F-mount sehingga lensa Nikon bisa dipasang di DSLR merk lain.  Hingga saat ini semua lensa Nikon generasi modern sekalipun tetap memakai F-mount, jadi lensa lawas yang dibuat oleh Nikon pasti bisa dipasang di kamera DSLR Nikon modern, sebaliknya lensa Nikon modern juga bisa dipasang di kamera SLR Nikon film generasi awal sekalipun .

Seputar Auto Fokus (AF) pada lensa Nikon

Meski tetap mempertahankan keaslian desain F-mount, Nikon terus menyempurnakan teknologi lensanya seperti dipergunakannya pin kontak data untuk lensa ber-CPU. Selain itu, semua lensa Nikon sejak tahun 1959 yang hanya manual fokus akhirnya bisa auto fokus sejak 1986. Saat itu Nikon memperkenalkan lensa AF (Auto Focus) yaitu lensa yang putaran fokusnya dikendalikan dari motor AF pada kamera yang terhubung melalui sebuah ‘obeng’ (screw drive). Sistem auto fokus ini murni bekerja secara mekanik, motor AF pada kamera akan berputar saat kamera sedang mencari fokus, menimbulkan bunyi berisik dan putaran motornya agak lambat.
afmount
Setahun setelah penemuan itu, di lain pihak Canon sebagai pesaing Nikon membuat keputusan berani untuk menghentikan produksi kamera manual fokus (yang memakai FD-mount) dan memperkenalkan mount generasi baru bernama EF-mount untuk sistem kamera EOS. Konsep auto fokus Canon EOS berbeda dengan Nikon karena Canon EOS membuat motor AF yang berada di lensa, bukan di kamera. Lensa Canon dengan motor fokus itu lalu diberi nama lensa EF. Jadi semua lensa EF pasti bisa auto fokus pada kamera Canon EOS apapun.
d3mount
Lima tahun setelah Canon meluncurkan lensa EF dengan motor didalamnya, Nikon akhirnya memutuskan untuk mendesain lensa serupa (memiliki motor auto fokus) yang ditandai dengan diluncurkannya lensa Nikon AF-I (Auto Focus-Internal) yang memiliki motor di dalam lensanya. Sayangnya lensa Nikon AF-I jumlahnya cuma sedikit, kebanyakan lensa Nikon saat itu hanyalah lensa AF atau AF-D yang belum memiliki motor fokus di dalamnya (lensa AF-D adalah lensa AF dengan fitur Distance metering). Nikon lalu membuat keputusan tepat dengan memperkenalkan lensa AF-S pada tahun 1998. Lensa AF-S memiliki  motor fokus yang lebih baik dari lensa AF-I karena memakai teknologi SWM (Silent Wave Motor) sehingga sesuai namanya, motor ini memiliki suara yang nyaris tak terdengar.  Kamera cukup mengirimkan perintah ke lensa melalui pin kontak data untuk memutar motor SWM. Bukan cuma tidak bising, motor SWM pada lensa AF-S Nikon juga berputar cepat sehingga memudahkan saat ingin mengunci fokus dengan cepat. Dengan hadirnya lensa bermotor (AF-I dan AF-S) membuat motor fokus yang ada di kamera jadi seperti mubazir karena tidak terpakai lagi, maka itu pada kamera DSLR kelas pemula sejak D40, Nikon sudah meniadakan motor AF pada kamera. Kerugiannya adalah, bila lensa generasi lama (seperti lensa AF atau AF-D) dipasang di kamera tanpa motor AF maka untuk mengatur fokus hanya bisa dilakukan secara manual.

Seputar format FX dan DX

Nikon dengan F-mount berdiameter 44 mm ini awalnya dibuat untuk kamera film 35mm. Di era digital fungsi film sebagai penangkap gambar digantikan oleh sekeping sensor dengan jutaan piksel peka cahaya. Meski Nikon memutuskan untuk tetap mempertahankan F-mount saat membuat kamera DSLR pertamanya di tahun 1996, namun Nikon tidak memakai sensor yang ukurannya sama seperti ukuran film (ukuran sekeping film adalah 36 x 24 mm), melainkan memakai sensor yang ukurannya sekitar 2/3 kali lebih kecil dari ukuran film. Sensor ini berukuran sekitar 24 x 16 mm yang lebih dikenal dengan sebutan sensor APS-C.  Kamera DSLR Nikon dengan sensor APS-C ini selanjutnya disebut kamera Nikon DX. Di tahun 2007 akhirnya Nikon meluncurkan DSLR pertamanya yaitu Nikon D3 dengan sensor seukuran film 35mm, yang biasa disebut sensor full frame. Kamera dengan sensor full frame ini diberi nama kamera Nikon FX. Kamera Nikon FX ditujukan untuk para profesional dan harganya pun mahal. Maka itu Nikon lebih banyak memiliki jajaran produk kamera DX daripada FX.
sensor01Untuk alasan menekan biaya dan portabilitas, sejak tahun 2002 Nikon juga membuat lensa dengan kode DX yang ditujukan untuk kamera DSLR dengan sensor APS-C. Karena Lensa DX dibuat khusus untuk sensor APS-C, maka lensa ini memiliki diameter yang lebih kecil dari lensa non DX (full-frame), meski tetap memiliki desain mounting yang sama. Gambar di samping menunjukkan perbedaan ukuran antara sensor APS-C dan sensor full-frame 35mm. Lingkaran merah menunjukkan diameter lensa full-frame dan lingkaran hijau menunjukkan diameter lensa DX. Tampak kalau diameter lensa DX didesain untuk menyesuaikan ukuran bidang sensor APS-C yang memang lebih kecil dari sensor 35mm.
Meski lensa Nikon DX juga memakai F-mount yang artinya bisa dipasang pada kamera Nikon FX atau kamera SLR film, namun bila lensa DX dipasang di kamera FX maka hasil fotonya akan terdapat lingkaran di bagian sudut (vignetting) akibat diameter lensa DX yang lebih kecil dari sensor 35mm.  Maka itu lensa DX tidak ditujukan untuk dipakai di kamera FX, namun sebaliknya pemilik kamera DX bisa memakai lensa apapun, baik lensa DX maupun lensa full frame tanpa masalah.
crop
Karena ukurannya yang lebih kecil dari film 35mm, maka sensor APS-C akan menghasilkan crop factor sebesar 1.5x yang artinya fokal lensa yang terpasang pada kamera DX akan mengalami koreksi, misal bila lensa 24-70mm dipasang di kamera DX maka fokal efektifnya akan setara dengan 35-105mm. Perhatikan gambar di atas, crop factor 1.5x pada kamera Nikon DX menyebabkan bidang gambar yang tadinya luas seolah mengalami cropping.

Kode-kode lensa Nikon

Nikon sudah memproduksi banyak sekali lensa dan semakin modern justru semakin dipenuhi dengan kode-kode yang membuat bingung orang yang awam. Sebagai contoh, bagaimana memahami kode yang ada dari lensa Nikkor AF-S DX 18-200mm 1:3.5-5.6G VR IF ED? Beginilah penjelasannya :
  • Nikkor : Nama untuk lensa buatan Nikon.
  • AF-S : Lensa Nikon yang memiliki motor ‘SWM’ sehingga proses auto fokus dilakukan di lensa, bukan pada bodi kamera. Lensa AF-S diyakini lebih cepat dan akurat dalam urusan auto fokus dibanding lensa AF lainnya.
  • DX : Lensa Nikon khusus untuk DSLR Nikon berformat DX (memiliki sensor APS-C). Lensa ini memiliki lingkar gambar lebih kecil dari lensa Nikon non DX, sehingga memiliki ukuran yang juga lebih kecil. Apabila lensa ini dipasang pada DSLR Nikon berformat FX seperti Nikon D3, maka akan terjadi vignetting.
  • G : Menyatakan ketiadaan aperture ring pada lensa. Pemilihan nilai aperture hanya bisa dilakukan melalui dial kamera (kamera SLR Nikon lama tidak kompatibel dengan lensa G ini).
  • VRVibration Reduction, teknologi stabilizer pada lensa untuk meminimalisir getaran tangan saat memotret pada kecepatan rendah. Dengan memakai lensa VR kemungkinan gambar blur dapat dihindari karena elemen VR akan mengkompensasi getaran, kemampuannya hingga 3-4 stop.
  • IFInternal Focusing, proses auto fokus terjadi didalam lensa sehingga tidak ada bagian luar lensa yang berputar saat lensa mencari fokus. Ini memungkinkan penambahan filter tertentu pada bagian depan lensa.
  • EDExtra low Dispersion, elemen lensa khusus yang ditujukan meningkatkan kontras dan ketajaman dengan meniadakan penyimpangan warna saat cahaya memasuki bagian lensa / chromatic aberration.
Jadi, lensa tadi bisa dipahami sebagai lensa Nikon berformat DX,  punya motor fokus pada lensa, memiliki jangkauan zoom terdekat di 18mm, terjauh di 200mm dengan diafragma maksimal pada saat wide di f/3.5, terjauh di f/5.6, memiliki teknologi stabilizer VR, tidak memiliki aperture ring, dilengkapi elemen lensa ED dan sistem mekanisme auto fokusnya secara internal. Karena lensa DX dirancang untuk dipasang di kamera Nikon DSLR bersensor APS-C, maka akan terkena crop factor 1,5x sehingga jangkauan efektifnya setara dengan 27-300mm.
vr
Untuk lensa Nikon lainnya, masih banyak istilah lain yang biasa dipakai, diantaranya :
  • SICSuper Integrated Coating, lapisan khusus untuk menghilangkan flare saat lensa terkena cahaya matahari.
  • NNano crystal coat, lapisan lensa yang juga dipakai untuk mengurangi flare dan ghosting.
  • AsphAspherical lens, lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna.
  • D : Distance information, untuk memberikan informasi tentang jarak objek ke kamera sehingga membantu kerja sistem Matrix metering dan iTTL flash.
  • DCDefocus Control, untuk mengubah-ubah variasi bokeh sehingga foto portrait dapat memiliki background yang blurnya sesuai.
  • Micro : Istilah untuk lensa khusus makro.

Nikon Speedlight

sb900Aksesori penting pendukung DSLR Nikon yang paling utama adalah lampu kilat. Dalam urusan lampu kilat ini Nikon Speedlight sudah terkenal akan kehandalan dan akurasi TTL-nya. Nikon juga memiliki pengaturan banyak lampu dengan kendali secara wireless (memakai gelombang RF) yang dinamai CLS (Creative Lighting System). Pengaturan intensitas cahaya lampu kilat bisa dibuat otomatis dengan TTL ataupun manual. Meski kini banyak dijumpai lampu kilat merk lain yang kompatibel dengan DSLR Nikon, tapi pada prinsipnya Nikon tidak pernah berbagi rahasia akurasi TTL-nya ke pihak luar. Jadi untuk hasil terbaik memang disarankan memakai lampu kilat yang semerk dengan bodi kamera.
Pilihan produk Nikon Speedlight diantaranya :
  • SB400 : dua baterai, GN 30 (ISO 200)
  • SB600 : GN 30, zoom 24-85mm
  • SB700 : GN28, zoom 24-120mm
  • SB900 : GN 34, zoom 17-200mm

Segmentasi produk kamera DSLR Nikon

Kamera DSLR Nikon DX

Kelas pemula : Nikon D3100 (baru)
d3100_tb1Nikon D3100 merupakan DSLR penerus dari D3000, yang meneruskan D60 dan D40 sebagai kamera Nikon DX kelas pemula tanpa motor AF di bodi. D3100 ini boleh dibilang tak banyak berbeda dengan pendahulunya kecuali  penambahan fitur HD movie dan kemampuan auto fokus saat merekam video. Modul auto fokus pada D3100 ini berjumlah 11 titik yang sama seperti pada D3000, meningkat banyak dari D60-D40 yang hanya punya 3 titik. Dengan sensor CMOS 14 MP, D3100 ini sudah sangat baik untuk direkomendasikan kepada pemula yang mencari DSLR yang mudah dipakai namun berkualitas baik. Dengan harga jual 5,8 jutaan plus lensa kit, Nikon siap bersaing dengan merk lain untuk meraup untung dari kamera ini.
Kelas pemula : Nikon D5000 (diskontinu)
d5000jpgProduk elit di kelas pemula ini mengandalkan keistimewaan LCD lipat dan HD movie, melengkapi sensor CMOS 12 MP dan burst 4 fps ditambah modul 11 titik AF yang membuatnya jadi DSLR lengkap dan sarat fitur. Harga jual kamera ini awalnya cukup tinggi mencapai 8 juta (plus lensa kit), tergolong mahal mengingat Nikon D5000 bukanlah DSLR kelas semi-pro. D5000 cocok untuk mereka yang senang merekam video HD dengan angle sulit (LCD lipat sangat berguna dalam hal ini). Sayangnya produk ini sudah diskontinu.
Kelas menengah : Nikon D90 (diskontinu)
d90Nikon D90 merupakan penerus Nikon D80 yang populer di masa lalu, dengan positioning yang tanggung yaitu antara DSLR pemula dan DSLR semi-pro. Namun D90 sudah dilengkapi dengan fitur kelas semi-pro seperti finder jenis prisma dan top status LC meski masih memakai material bodi plastik. Nikon D90 merupakan DSLR Nikon pertama dengan fitur HD movie dan dijual di harga 9,5 jutaan (body only), cocok untuk mereka yang tidak puas dengan DSLR pemula namun tidak sanggup membeli DSLR semi-pro yang mahal. Produk ini sudah digantikan oleh D7000 berikut ini.
Kelas menengah hingga semi pro : Nikon D7000 (baru)
d7000_18_105Nikon D7000 merupakan DSLR Nikon penerus D90 yang begitu dinantikan dengan sensor 16 MP dan bodi berbahan magnesium alloy yang kokoh. Dua hal baru yang disambut antusias pada D7000 adalah modul auto fokus Multi-CAM 4800DX dengan 39 titik AF (9 diantaranya cross type) dan modul metering dengan 2016 pixel AE yang sangat akurat dan pertama dalam sejarah Nikon. Pada D7000 kini disediakan tombol putar untuk mengakses mode pemotretan S, CL, CH yang membuatnya tampak profesional. Kamera seharga 15 jutaan ini dijual bersama lensa kit 18-105mm VR.
Kelas semi pro : Nikon D300s
d300sDi kelas semi-pro sesungguhnya, Nikon mengandalkan D300s yang tangguh, cepat dan mewah. Namun bagaimanapun, D300s masih masuk kelompok kamera DX dengan sensor APS-C yang lebih kecil dari sensor 35mm. Dengan 51 titik fokus dan 1005 pixel RGB metering, D300s siap diajak bekerja cepat hingga 7 fps.  D300s menambahkan fitur HD movie dan dual slot memory-card dibanding pendahulunya D300. Kamera 12 MP ini cocok untuk mereka yang mengutamakan kecepatan, akurasi dan custom setting yang lengkap, D300s dijual di kisaran 17 juta body only.

Kamera DSLR Nikon FX

Kelas semi pro hingga profesional : Nikon D700
d700Di kelas semi pro hingga profesional, Nikon punya produk yang sesuai bernama Nikon D700 dengan sensor FX (full frame) yang masih setia di resolusi 12 MP layaknya D300s yang berformat DX. Kamera ini mampu mencapai kecepatan burst 8 fps bila dipasang battery grip tambahan. Sama seperti D300s, kamera ini memakai 51 titik fokus dan 1005 pixel RGB metering. Untuk ISO, D700 sanggup memberi foto dengan noise amat rendah di ISO tinggi hingga ISO 6400 dan bisa ditingkatkan sampai ISO 25.600 bila perlu.
Kelas profesional : Nikon D3x dan Nikon D3s
d3sDi kelas profesional sesungguhnya, Nikon punya duet D3s dan D3x, keduanya adalah penyempurnaan dari D3, kamera DSLR nikon FX pertama. Bedanya, D3x memakai sensor 24 MP tapi cukup lambat di 5 fps, sedangkan D3s tetap setia di 12 MP tapi mengandalkan kecepatan hingga 9 fps. Keduanya punya usia shutter teruji hingga 300 ribu kali jepret, punya dual CF slot, bisa dipakai vertikal tanpa menambah battery grip (ada vertikal grip  terintegrasi) dan tanpa lampu kilat internal.

Selasa, 01 Februari 2011

BERUBAH ATAU MATI ???

ImagePerubahan merupakan proses alamiah. Selama masih menjadi bagian dari alam, jangan berani mengatakan diri tak akan pernah berubah. Salah satu teori Darwin mengatakan bahwa makhluk yang bisa bertahan hingga saat ini adalah yang bisa mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan alam. Jika tidak, punah!
Jika dianalogikan ke perusahaan dan dunia bisnis, maka hanya perusahaan yang bisa mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan di dunia bisnislah yang akan bisa bertahan. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan perlu memperhatikan manajemen perubahan. Manajemen perubahan adalah kemampuan mengelola dan menjalankan bisnis dalam situasi yang berbeda-beda.
Sifat dasar manajemen perubahan lebih mengarah pada penggunaan dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi perubahan. Beberapa pemicu bahwa perubahan harus dilakukan antara lain, kerugian financial, menurunnya tingkat keuntungan, meningkatnya kompetisi, hilangnya pangsa pasar, resesi di bidang industri, perkembangan teknologi, pendayagunaan staf, dan lain-lainnya (Rosen, 1999).  Untuk Indonesia, banyak perusahaan menyadari adanya perubahan, tapi gagal dalam menjalankan strategi antisipasi. Contohnya, sebuah perusahaan pertambangan di Indonesia yang sedang kesulitan gara-gara jatuhnya harga produk mereka di pasar internasional. Hal itu masih ditambah dengan meningkatnya kompetisi yang didorong oleh banyaknya ditemukan tambang-tambang sejenis. Akhirnya manajemen mengubah cara menjalankan perusahaan. Di sisi produksi, dilakukan efisiensi biaya produksi. Di bidang pemasaran dilakukan inovasi sasaran penjualan. Strategi-strategi baru dirumuskan. Efisiensi melahirkan banyak peraturan baru dengan pembatasan dan pengetatan penggunaan fasilitas perusahaan. Kenaikan gaji dan bonus ditunda. Penggunaan kendaraan  kantor dibatasi, lembur dikurangi, penggunaan telepon hingga perjalanan dinas diawasi. Ini menimbulkan protes keras. Manajemen dianggap mengeksploitasi tenaga kerja. Puncaknya terjadi eksodus di beberapa posisi penting dan muncullah demo-demo ketidakpuasan. Kecurigaan dan prasangka menebal.
Perusahaan bukannya membaik, malah bertambah parah gara-gara salah antisipasi. Mengapa terjadi salah kaprah?
Pertama, kurangnya pemahaman dan dukungan SDM (Sidarto, 1999). Pihak manajemen sering tidak menjelaskan kepada karyawan mengapa efisiensi perlu dilakukan, serta apa akibatnya bagi perusahaan dan karyawan jika program tersebut gagal dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan sense of urgency di kalangan karyawan. Komunikasi itu penting.
Kedua, adanya rasa takut berubah yang berlebihan (resistant to change). Sebenarnya yang ditakuti adalah ketidakjelasan dampak perubahan tersebut. Karena itu para karyawan harus dibuat bisa melihat pentingnya perubahan tersebut dari perspektif mereka, lebih jauh lagi mereka harus yakin bahwa perubahan itu menguntungkan (Levine, 1996).
Ketiga, salah satu hukum perubahan adalah hukum atas ke bawah (up down). Setiap perubahan harus dimulai dari atas (pihak manajemen) baru kemudian disosialisasikan ke bawah. Jadi sebelum membatasi penggunaan fasilitas kantor, manajemen harus mengurangi dulu fasilitas-fasilitas untuk mereka sendiri. Jika tidak, jangan harap karyawan patuh.
Keempat, kesiapan sumber daya manusia secara teknis juga patut mendapat perhatian khusus. Karena itu peran pelatihan dan pengembangan menjadi strategis dalam menghadapi perubahan. Pelatihan akan membekali karyawan dengan keterampilan baru guna menghadapi tantangan yang juga baru. Pelatihan yang sifatnya hard/technical skills misalnya, akan sangat membantu karyawan menguasai keterampilan-keterampilan teknis baru. Keterampilan yang bersifat soft/human skills akan sangat membantu karyawan untuk menyikapi perubahan secara lebih arif dan tenang.
Intinya, tidak ada yang pasti di dunia ini, kecuali perubahan.

Selasa, 12 Oktober 2010

dekoneworld: Take Action...Miracle Happen

dekoneworld: Take Action...Miracle Happen: "Janganlah menunggu pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda, agar Anda merasa betul-betul pas membangun karir dan kehidupan yang baik.Hari ..."

Take Action...Miracle Happen

Janganlah menunggu pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda, agar Anda merasa betul-betul pas membangun karir dan kehidupan yang baik.
Hari ini, yang praktis yang menang. Maka jika pekerjaan Anda saat ini tidak sesuai dengan bakat Anda, bakatilah!
Membakati pekerjaan yang sudah ada adalah sikap yang lebih memberhasilkan, daripada menjadi pribadi berbakat yang hanya menunggu.
Bakatilah pekerjaan Anda.

Senin, 11 Oktober 2010

Jambore Nasional HTCI ke-IX, Manado, Sulawesi Utara

Jamnas HTCI IX Manado
HTCI (Honda Tiger Club Indonesia) adalah wadah untuk Klub dan Komunitas Tiger di seluruh Indonesia, yang saat ini diketuai oleh Bro Teddy Supriyadi. Tahun ini, selain menggelar Jambore Nasional ke-9, HTCI juga berulang tahun yang ke-6, tepatnya pada tanggal 10-10-2010.
Jambore Nasional HTCI ke-IX ini dilaksanakan pada tanggal 9-10 Oktober 2010 di Inobonto dan Kawasan Mega Mas Manado. Rangkaian kegiatan ini dimulai di Inobonto pada pukul 08.00 pagi, dilokasi ini diadakan registrasi peserta, sambutan-sambutan dari pemda setempat dan perwakilan HTCI, serta pelepasan peserta touring menuju Lapangan Mega Mas, Manado. Total peserta touring Inobonto-Manado berjumlah 300 peserta. Perjalanan Inobonto-Manado menghabiskan waktu sekitar 3 jam.
Total peserta acara ini sebanyak 200 klub motor Tiger yang terdiri dari 600 orang, yang berasal dari berbagai klub dan komunitas Motor Tiger di Indonesia. Dalam acara ini juga terdapat tenda-tenda penjualan unit motor Honda, souvenir, aksesoris dan tenda safety riding yang menyediakan HRT (Honda Riding Trainer) untuk mengunjung. Untuk memperlancar acara, panitia juga menyiapkan tempat khusus untuk registrasi penginapan, serta penjemputan dan pengantarannya (dibantu anggota klub motor setempat). Rangkaian acara juga dilakukan di Kawasan Mega Mas, Manado sejak pukul 09.00 pagi (live music, games, dancer). Peserta touring tiba di Kawasan Mega Mas pada pukul 13.00, acara dilanjutkan dengan hiburan berupa tari-tari daerah Manado, DJ, pertunjukkan sulap, games. Sambutan dari Pemda setempat, Manajemen AHM (Ibu Istiyani), Manajemen DAW (Deni Supendi), Ketum HTCI (Tedy Supriyadi), Ketum MTC (Charles Mailoor). Selain itu, ada juga doorprize berupa satu unit Motor Tiger yang dimenangkan oleh Bro Armin Nur dari Klub TOC Sinjai, penyerahan hadiah langsung diberikan oleh Division Head HC3 AHM Ibu Istiyani. Puncak acara diadakan pesta kembang api yang juga sebagai perayaan ulang tahun HTCI yang ke-6, Selamat Ulang Tahun HTCI, Semoga Sukses!!!
Pemenang Door Prize 1 Unit SMH TigerKawasan Mega Mas - ManadoPejabat Pemerintah, AHM, dan HTCI

Jumat, 24 September 2010

Job Opportunity

Authorized main dealer of Honda Motorcycle and Honda Genuine Parts for North Sulawesi, Gorontalo, and North Moluccas area, due to its rapid growth, is now looking for high-caliber candidates to fulfill challenging position:

A.    CUSTOMER SATISFACTION ANALYST (Job Code : CSA-K)
Candidate in this position are responsible to manage HONDA Customer Satisfaction Index and Standard Service measurements.
Qualifications:
1.     Max. 28 years old.
2.     Min. Bachelor degree preferably in mathematics or statistical.
3.     GPA ≥ 2.75 (scale: 4.00).
4.     Has good analytical skill and able to work as a team.
5.     Drivers licensed, enjoy dynamic work-environment and frequent traveling.  
6.     Willing to be located in Manado

B.  TRAINING FACILITATOR (Job Code : TRN-K)
Candidate in this position are responsible in improving Customer Satisfaction by conducting training to our network.
Qualifications:
1.     Max 28 years old.
2.     Min Bachelor degree, any disciplines.
3.     GPA 2.75 (scale: 4.00).
4.     Strong communication skill, fast learner and good confidence in conducting public speaking.
5.     Drivers licensed, enjoy dynamic work-environment and frequent traveling.
6.     Have strong interest in automotive industry.
7.     Proactive, pressure persistent, able to thrive in fast-paced.
8.     Minimum 1 year experience in similar role.
9.     Willing to be located in Manado.

Qualified candidates are encouraged to send latest application letter, comprehensive CV, and photograph to recruitment@daya-wisesa.com, or by sending the hardcopy to:

HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT
PT. DAYA ADIRA WISESA
JL. PIERE TANDEAN (BOULEVARD 1)
KOMPLEK MEGA PROFIT BLOK F-15 KAWASAN MEGA MAS
MANADO 95111 SULAWESI UTARA

·         Please put job code at the upper-right corner of the envelope.